Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) adalah
organisasi pelajar yang berskala nasional. Organisasi IPM memiliki anggota di
seluruh pelosok tanah air, mulai dari tingkat desa/sekolah hingga kota
metropolis. Bidang garap IPM adalah pembinaan terhadap remaja dan pelajar,
artinya dalam hal ini IPM tidak hanya bergerak di kalangan pelajar sekolah
saja, namun juga merambah di kalangan remaja secara umum bahkan usia remaja
yang tidak mengenyam pendidikan formal sekalipun. Di ranah sekolah, IPM membina
pelajar mulai dari tingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) hingga
mahasiswa (perguruan tinggi). Sedangkan IPM sendiri merupakan organisasi
struktural kolegial, yaitu terdiri dari IPM di tingkat Pusat yang berkedudukan
di Yogyakarta dan Jakarta yang membawahi seluruh IPM di Indonesia, di bawahnya
IPM Wilayah yang selevel tingkat propinsi dan, di tingkat kabupaten/kota
terdapat IPM Daerah yang membawahi Cabang di tiap kecamatan, sedangkan di
tingkat Cabang membawahi Ranting IPM yang berada di seluruh kecamatan itu, baik
di tingkat desa/kelurahan, sekolah, pondok pesantren, panti asuhan ataupun
masjid.
Untuk wilayah Jawa Timur, Ikatan Remaja
Muhamadiyah merupakan salah satu wilayah kerja IPM setingkat propinsi yang
membawahi 38 Pimpinan Daerah Kebupaten dan Kota. Pada tiap – tiap kabupaten
terdapat Pimpinan Daerah yang memiliki minimal 5 cabang, kemudian dari tingkat
Cabang yang selevel dengan kecamatan ini memiliki minimal 5 Ranting di desa dan
atau sekolah. Bila ditotal keseluruhan, maka Pimpinan Ikatan Remaja
Muhammadiyah Jawa Timur setidaknya memiliki 1000 ranting. Jumlah ini masih yang
berkedudukan sebagai pengurus, dan belum mencakup remaja yang menjadi anggota
IPM. Dari sini tampak bahwa IPM Jawa Timur memiliki ribuan anggota yang
tersebar di seluruh Jawa Timur.
Untuk daerah Kota Surabaya, Ikatan Remaja
Muhamadiyah merupakan salah satu wilayah kerja IPM setingkat kabupatn/kota yang
membawahi 10 Pimpinan Cabang di tingkat kecamatan yang mengkoordinasikan 26
ranting sekolah di tingkat SMP/sederajat dan SMU/sderajat, lebih dari 20
ranting kelurahan, masjid dan panti asuhan.
Selain jaringan dari tingkat nasional
sampai grassroot di tingkat sekolah dan kelurahan. Ikatan Remaja Muhammadiyah
Kota Surabaya juga mrupakan bagian koheren dari organisasi Muhammadiyah
(organisasi induk) dan jaringan internalnyaseperti Aisyiyah (mewadahi
ibu-ibu dan istri Muhammadiyah), Pemuda Muhammadiyah (kader putra Muhammadiyah
sampai dngan umur 40 tahun), Nasyiatul Aisyiyah (kader muda putri
Muhammadiyah), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM – mewadahi segmen mahasiswa),
Tapak Suci (mewadahi minat dan bakat dalam seni beladiri), Hizbul Wathan (HW –
organ kepanduan seperti pramuka), yang terwadahi dalam Angkatan Muda
Muhammadiyah (AMM). Ada juga institusi non struktural dalam Muhammadiyah
seperti Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM – mewadahi dan
meningkatkan SDM dalam pemikiran baik klasik dan kontemporer), Persatuan Guru
Muhammadiyah, Ikatan Jamaah Haji Muhammadiyah, Ikatan Dokter dan Perawat
Muhammadiyah maupun puluhan amal usaha dalam institusi pendidikan (sekolah,
lembaga bimbingan belajar, ma’had islamiyah), kesehatan (rumah sakit umum,
rumah sakit bersalin, klinik dan apotik), amal usaha pemberdayaan ekonomi umat
(KATAM, bank persyarikatan, markaz, mini market) dan komunitas-komunitas
pengajian, diniyah dan diskusi kreatif lainnya.
Melihat begitu besarnya organisasi IPM
Kota Surabaya dan jaringan internal dalam tubuh Muhammadiyah, maka perlu sangat
diperlukan penanganan organisasi yang profesional, dan tentu saja
dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, untuk itu IPM Kota Surabaya
begitu serius menangani berbagai pembinaan serta pendampingan yang bersifat
intensif dan berkelanjutan. Tidak heran bila banyak kader IPM Jawa timur yang
kini telah menjadi kader-kader bangsa. Kader-kader IPM tidak hanya bergelut
pada dunia politik saja tetapi banyak juga yang menjadi pengusaha, profesional
muda, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Pembinaan kader, itulah kata kunci
keberhasilan IPM Jawa Timur. Sedangkan pembinaan itu dibagi dalam beberapa
bidang garap, diantaranya Bidang Organisasi dimana bidang ini
mencakup bidang garap keorganisasian, Bidang Pengkadern, dalam
bidang ini menggarap persoalan peningkatan SDM sehingga kader IPM akan menjadi
SDM yang siap pakai. Kemudian ada Bidang ASBO (Apresiasi Seni
dan Kebudayaan) yang khusus menangani seni dan kebudayaan. Dan tak kalah pentingnya Bidang
Hikmah dan Advokasi (HA), pada bidang ini IPM memberikan penyadaran,
pembinaan, pembelaan, dan pendampingan (advokasi) agar remaja memiliki kepekaan
sosial.
Keempat bidang tersebut lebih bersifat umum, padahal untuk memiliki kader
yang utuh membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan dhohir dan batin, maka IPM
sadar bahwa bidang umum saja masih kurang, perlu adanya bidang agama
dan ilmu pengetahuan sebagai keutuhan pribadi seorang kader. Untuk
itu ada bidang yang khusus menangani itu, yaitu Bidang Kajian Dakwah
Islam (KDI) dan Bidang PIP (Pengkajian Ilmu
Pengetahuan). Lengkap sudah apa yang digagas dan digarap oleh Ikatan
Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Surabaya dalam mencetak kader-kader bangsa yang
nantinya menjadi tulang punggung negara.





0 komentar:
Posting Komentar